1.27.2009
SENIORITY IN EDUCATION INSTITUTION
Seniority in education institution
Basically school or institution is a place to study and learn something. School as the social institution which is held and had by the society should fulfill the society needed. School has a legal and moral duties to teach, educate, and instruct the students to be a good person.
But nowadays, there are many problems that is found in school, especially hardness and seniority. As we know that firstly, we found hardness in STPDN which was done by senior to junior, and most of the victim were dead. This action shouldn’t happen in an institution. But why it can happen? Moreover it mostly happen in public institution. And some days ago, it happened again in STIP. Bandung.
This action will give effect for the institution itself. The society won’t believe that institution anymore and it also will destroy the good name of that institution. So, the government should find a solution to solve this problem. Finally I hope this action won’t happen again in the future.
1.26.2009
Fenomena Tak Terlirik
Banyak orang sependapat Kalau Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Termasuk saya setuju akan hal itu. ada satu Profesi lagi yang mungkin luput dari pengamatan kita, dimana profesi ini kalau kita lihat dan cermati bersama bisa dikatagorikan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. bayangkan saja berapa penghasilan yang mereka dapati? berapa pula kontribusi mereka terhadap masyarakat dan Pemerintah? sudah terpenuhi kah hak-hak mereka sebagaimana hak-hak orang yang lainnya, hak sebagai pekerja, hak azazi manusiawi yang melekat pada diri mereka semenjak lahir. apakah sepadan? saya yakin mereka juga tidak mengharap kesepadanan itu.
Profesi Apakah Itu?
Profesi yang saya maksud adalah Honorer yang bekerja di seluruh instansi pemerintah wilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.
saya mengulas masalah ini berdasarkan pengalaman pribadi sesorang yang saya kenal dan atas izinnya saya mengangkat masalah ini.
Status Honorer
bekerja di Instansi Pemerintah sebagai Pegawai Negeri Sipil adalah merupakan suatu dambaan bagi kalangan tertentu. Disaat dambaan tersebut susah terwujud dikarenakan mungkin sistem perekrutan yang kurang profesional dari pihak Pemerintah, Honorer adalah alternatif untuk mengarah tercapainya sebuah dambaan. Honorer terkadang dipandang sebagai komunitas terbelakang di kalangan Pemerintah, dimana banyak sekali terjadi ketimpangan yang terjadi terhadap mereka
Honorer bekerja selayaknya Pegawai Negeri Sipil umumnya. Jam kantornya, pekerjaannya sehari-hari, indeks pekerjaannya juga hampir sama. tentunya kontribusinya untuk masyarakat dan pemerintah juga sama dengan Pegawai Negeri Sipil.
Ada beberapa ketimpangan yang bisa kita lihat di sini. seorang honorer kita contohkan di Jambi digaji Rp. 550.000,- per bulan dan dibayar 3 bulan sekali bahkan sering terlambat (berdasarkan pengalaman pribadi). kalau kita lihat upah minimum Provinsi Jambi Tahun 2008 adalah sebesar Rp.724.000,-. artinya mereka dipekerjakan dibawah upah minimum Provinsi.
http://www.scribd.com/doc/9220182/Upah-Minimum-Propinsi-Tahun-2008
Perlu kita cermati bersama, selain yang kita bahas di atas tadi, Honorer dalam bekerja tentu saja mempunyai tantangan kerja yang bukan tidak mungkin ada bahaya yang menghadang yang suatu saat mereka bisa mengalami kecelakaan sewaktu kerja. apakah Pemerintah sudah mengakomodir tentang kecelakaan kerja? berdasarkan pengalaman pribadi jawabannya tidak. Bagi Pegawai Negeri Sipil memiliki ASKES. tapi Honorer tidak. sebagai contoh, dalam suatu situasi yang mendesak dan penting, Honorer dan beberapa PNS ditugaskan untuk lembur yang Kapasitas kerja bisa dibilang keras, dimana mereka lembur bisa sampai pagi selama lebih kurang 3 bulan. memang ada akomodir uang lemburnya yang jumlahnya pas-pasan. selama waktu tersebut, Si Honorer tersebut mendapat hasil lemburnya sekitar 3 jutaan. seketika Dia bahagia dan senang. tapi apa yang terjadi setelah itu? seorang Honorer tersebut karena kecapaian jatuh sakit dan masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan dengan menghabiskan uang 6 jutaan.
jangankan uang lembur tersebut cukup untuk tambahan penghasilannya, malah nombok untuk berobat, dikarenakan tidak adanya asuransi kesehatan bagi mereka. ke depannya mudah2an Pemerintah memikirkan hal ini.
BLT DAN HONORER
Agak aneh bila BLT dikaitkan dengan Hoorer, apa hubungannya?
Di negara kita ada yang namanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ekonominya lemah. dalam artian kata penghasilannya di bawah UMP/UMR. Nah... jika kita lihat berapa penghasilan Honore perbulan bisa kita katagorikan sebagai orang yang berhak menerima BLT. Kenapa pemerintah tidak memberikan hak tersebut kepada mereka? mereka memenuhi syarat dan layak untuk mendapatkannya. ini berarti Honorer luput dari pengamatan pemerintah.
PROFESIONALITAS BAGI HONORER
Tingkat pendidikan Honorer tidaklah sama, ada Honorer yang tamatan SMP,SMA dan bahkan ada yang Sarjana.
berdasarkan tingkat pendidikan tersebut, tentu kontribusi mereka dalam pekerjaan adalah tidak sama. seorang Sarjana tentu kwalitas pekerjaan yang bisa dikerjakannya tentu lebih tinggi dari tamatan SMA dan SMP. di Provinsi Jambi khususnya upah tidak berdasarkan jenjang pendidikan dalam arti kata upah mereka sama dengan dalih kebersamaan. masa pengabdian seorang honorer juga tidak menjadi bahan pertimbangan Pemerintah. bisa kita lihat Honorer yang telah mengabdi puluhan tahun, upah/gajinya sama dengan Honorer yang baru mengabdi beberapa tahun. Memang kebersamaan perlu dijunjung tinggi, tapi profesionalitas juga tidak kalah pentingnya.
disamping itu pula tidak adanya jenjang karier bagi Honorer. mereka berprestasi dan berkarya tapi tidak ada jenjang karier bagi mereka yang bisa memicu dan memacu etos kerja mereka semakin bersemangat. dan juga mereka tidak mendapatkan prioritas saat perekrutan PNS (kecuali yang telah masuk Data Base), meskipun mereka telah lama mengabdi dan mempunyai kontribusi yang cukup bagi masyarakat dan pemerintah.
berdasarkan pandangan di atas mungkin Honorer juga layak disebut Pahlawan tanpa tanda jasa, dimana mereka bekerja dengan upah kecil, tanpa asuransi kesehatan, asuransi hari tua. dan yang tidak kalah penting lagi mereka tidak banyak menuntut.
semoga tulisan ini bisa menjadi renungan buat kita semua dan khususnya bagi Pemerintah sebagai resensi dalam mangambil kebijakan.
What's Forex...?
FOREX (FOREIGN EXCHANGE)
The Foreign Exchange, also referred to as the "FOREX" or "Forex" or “FX” or "Spot FX" market is the largest financial market in the world, with a volume over $1.95 trillion a day. If you compare that to the $25 billion a day volume that the New York Stock Exchange trades, you see how giant the Foreign Exchange really is. It's actually more than three times the total amount of the stocks and futures markets combined!
What is traded on the Foreign Exchange? The answer is money. Forex trading is the simultaneous buying of one currency and selling of another. Currencies are traded through a broker or dealer and are traded in pairs; for example the Euro dollar and the US dollar (EUR/USD) or the British pound and the Japanese Yen (GBP/JPY).
This kind of trading is often very confusing to people because they are not buying anything physical. Think of buying a currency as buying a share in a particular country. When you buy, say, Japanese Yen, you are in effect buying a share in the Japanese economy, as the price of the currency is a direct reflection of what the market thinks about the current and future health of the country's economy.
In general, the exchange rate of a currency versus other currencies is a reflection of the condition of that country's economy compared to the other countries' economies.
Unlike other financial markets like the New York Stock Exchange, the Forex spot market has neither a physical location nor a central exchange. The Forex market is considered an Over-the-Counter (OTC) or 'Interbank' market, due to the fact that the entire market is run electronically, within a network of banks, continuously over a 24-hour period.
Until the late 1990’s, only the “big guys” could play this game. The initial requirement was that you could trade only if you had about ten to fifty million bucks to start. Forex was originally intended to be used by bankers and large institutions and not by us “little guys”. However, because of the rise of the Internet, online Forex trading firms are now able to offer trading accounts to 'retail' traders like us.
All you need to get started is a computer, a high-speed Internet connection, and the information contained within this site. BabyPips.com was created to introduce beginning traders to all the essential aspects of foreign exchange in a fun and easy-to-understand manner.
What is a Spot Market?
A spot market is any market that deals in the current price of a financial instrument.
Which Currencies Are Traded?
Any currency backed by an existing nation can be traded at the larger brokers. The most popular currencies along with their symbols are show below:
| Symbol | Country | Currency |
| USD | United States | Dollar |
| EUR | Euro members | Euro |
| JPY | Japan | Yen |
| GBP | Great Britain | Pound |
| CHF | Switzerland | Franc |
| CAD | Canada | Dollar |
| AUD | Australia | Dollar |
Forex currency symbols are always three letters, where the first two letters identify the name of the country and the third letter identifies the name of that country’s currency.
When Can Currencies Be Traded?
The spot FX market is unique to any other market in the world. It’s like a Super Wal-Mart where the market is open 24-hours a day. Somewhere around the world, a financial center is open for business, and banks and other institutions exchange currencies, every hour of the day and night with generally only minor gaps on the weekend.
The foreign exchange markets follows the sun around the world, so you can trade late at night if you’re a vampire or in the morning if you’re an early bird. Keep in the mind though, the early bird doesn’t necessarily get the worm in this market. You might get the worm but a bigger nastier falcon can sneak up and eat you too.
| Time Zone | New York | GMT |
| Tokyo Open | 7:00 pm | 0:00 |
| Tokyo Close | 4:00 am | 9:00 |
| London Open | 3:00 am | 8:00 |
| London Close | 12:00 pm | 17:00 |
| New York Open | 8:00 am | 13:00 |
| New York Close | 5:00 pm | 22:00 |
The Forex market (OTC)
The Forex OTC market is by far the biggest and most popular financial market in the world, traded globally by a large number of individuals and organizations. In the OTC market, participants determine who they want to trade with depending on trading conditions, attractiveness of prices and reputation of the trading counterparty.
The chart below shows global foreign exchange activity. The dollar is the most traded currency, being on one side of 89% of all transactions. The euro’s share is second at 37%, while that of the yen is at 20%.
About Forex Broker
Before trading Forex you need to set up an account with a Forex broker. What exactly is a broker? In simplest terms, a broker is an individual or a company that buys and sells orders according to the trader's decisions. Brokers earn money by charging a commission or a fee for their services.
You may feel overwhelmed by the number of brokers who offer their services online. Deciding on a broker requires a little bit of research on your part, but the time spent will give you insight into the services that are available and fees charged by various brokers.
Is the Forex broker regulated?
When selecting a prospective Forex broker, find out with which regulatory agencies each dealer is registered. The Forex market is label as an “unregulated” market, and it basically is. Regulation is typically reactive, meaning only after you’ve been bamboozled out of your entire savings will something be done.
In the United States a broker should be registered as a Futures Commission Merchant (FCM) with the Commodity Futures Trading Commission (CFTC) and a NFA member. The CFTC and NFA is here to protect the public against fraud, manuipulation, and abusive trade practices.
You can verify Commodity Futures Trading Commission (CFTC) registration and NFA membership status of a particular firm or individual and check their disciplinary history by phoning NFA at (800) 621-3570 or by checking the broker/firm information section (BASIC) of NFA's Web site at http://www.nfa.futures.org/basicnet.
Among the registered firms, look for those with clean regulatory records and solid financials. Stay away from non-regulated firms!
Customer Service
Forex is a 24-hour market, so 24-hour support is a must! Can you contact the firm by phone, email, chat, etc. Do the reps seem knowledgeable? The quality of support can vary drastically from broker to broker, so be sure to check it out before opening an account.
Here’s a good tip: choose several online brokers and contact their help desks. Seeing how quickly they respond to your questions can be key in gauging how they will respond to your needs. If you don't get a speedy reply and a satisfactory answer to your question you certainly wouldn't want to trust them with your business. Just be aware that as in other types of businesses, pre-sales service might be better than post-sales service.
Online Trading Platform
Most, if not all, Forex brokers allow you to trade over the Internet relatively easy. The backbone of any trading platform is, of course, the order entry and exit process. Trading software is very important. Get a feel for the options that are available by trying out a demo account at a few online brokers.
Closely examine the dealer’s screen layout. It should include the ability to view real-time currency quotes, an account summary showing your current account balance with realized and unrealized profit and loss, margin available, and any margin locked in open positions.
Most trading platforms are either Web-based, in Java, or a client-based program you can install on your computer. Which version you choose is your personal preference,
Web based software is housed on your brokers web site. You won’t have to install any software on your own computer and you’ll be able to log in from any computer that has an Internet connection.
A client-based software program, or one that you download and install into your own computer will limit you to transactions only to that computer.
Usually, the "downloand and install" program runs faster, but most programs are operating system specific. For example, most brokers only offer their trading platform application to run on Microsoft Windows. If you are a Mac user, you won’t be able to install the application and will either have to use your dealer’s Web-based or Java-based trading platform. These two (the Web or Java-based) will run on any computer since they run through your browser.
Java-based software programs are preferred by most brokers who think they are more safe and reliable. Java-based software tends to be less vulnerable to attack from viruses and hackers during transmissions than "download and install" software.
Be sure to open a demo account and test out the the broker's platform before opening a real account!
Don’t forget your high speed Internet connection
The Forex market is a fast moving market and you will need up-to-the minute information to make informed transactions. Make sure you have a high speed Internet connection. If you don’t, you might as not even bother trading. Dial-up will absolutely not work for Forex! If you plan to trade online you will need a modern computer and high speed Internet connection. I can’t stress this enough!
Bells and Whistles
Any Forex broker worth his salt should offer you real-time quotes and allow you to quickly enter and exit the market. These are minimal requirements of any trading software. Upgraded software packages are usually offered at an extra monthly fee by brokers.
Most dealers now offer integrated charting and technical analysis packages with their trading platforms. These are definitely worth exploring if the charts or technical tools offered are of value to your method of trading. The level of integration with the trading platforms varies and is worth understanding carefully.
Mini-Accounts
Most dealers offer very small “mini-accounts” for as little as $300. Mini-accounts are a great way to get started and test your trading skills and gain experience.
Broker Policies
Before selecting an online Forex broker, you should closely examine their features and policies. These include:
Available Currency PairsYou should confirm that the prospective broker offers the at minimum the seven major currencies (AUD, CAD, CHF, EUR, GBP, JPY, and USD).
Transaction CostsTransaction costs are calculated in pips. The lower the number of pips required per trade by the broker, the greater the profit that the trader makes. Comparing pip spreads of half dozen brokers will reveal different transaction costs. For example, the bid/ask spread for EUR/USD is usually 3 pips, but if you can find 2 pips, that’s even better.
Margin RequirementThe lower the margin requirement (meaning the higher the leverage), the greater the potential for higher profits and losses. Margin percentages vary from .25 and up.Low margin requirements are great when your trades are good, but not so great when you are wrong. Be realistic about margins and remember that they swing both ways.
Minimum Trading Size RequirementThe size of one lot may differ from broker to broker, spanning 1,000, 10,000, and 100,000 units. These brokers usually offer a mini-lot, which is one-tenth of a lot. Some brokers even offer fractional unit sizes (called odd lots) which allow you create your own unit size.
Rollover ChargesRollover charges are determined by the difference between the U.S. interest rates and the interest rates of the other country. The greater the interest rate differential between the two currencies in the currency pair, the greater the rollover charge will be. For example, if the British pound has the greater interest differential with the U.S. dollar, then the rollover charge for holding British pound positions would be the most expensive. On the other hand, if the Swiss Franc were to have the smallest interest differential to the U.S. dollar, then overnight charges for USD/CHF would be the least expensive of the currency pairs.
Margin Account Interest RateMost brokers pay interest on a trader’s margin account. The interest rates normally fluctuate with the prevailing national rates. If you decide to take an extended break from trading, the money in your margin account will be accruing interest
Trading HoursNearly all brokers align their hours of operation to coincide with the hours of operation of the global Forex market: 5:00 pm EST Sunday through 4:00 pm EST Friday.
Other Policies
Be sure to scrutinize a prospective broker’s “fine print” section to be fully aware of all the nuances that a specific broker may impose on a new trader.
Finding the right broker/dealer is a critical part of the process. It’s not easy and requires some real work on your part. Don’t pick the first one that looks good to you. Keep looking.
Summary
What to look for in an online Forex broker/dealer:
Low Spreads.In Forex trading the ‘spread’ is the difference between the buy and sell price of any given currency pair. Lower spreads save you money.
Low minimum account openings.For those that new to Forex trading and for those that don’t have thousands of dollars in risk capital to trade, being able to open a mini trading account with only $300 is a great feature for new traders.
Instant automatic execution of your orders.This is very important when choosing a Forex broker. You want what we call a WYSIWYG (wizeewig) broker! This means you want instant execution of your orders and the price you see and "click" is the price that you should get...What You See Is What You Get!Don’t settle with a firm that re-quotes you when you click on a price or a firm that allows for price ‘slippage’. This is very important when trading for small profits.
Free charting and technical analysisChoose a brokerthat gives you access to the best charting and technical analysis available to active traders. Look for a broker that provides free professional charting services and allows traders to trade directly on the charts.
LeverageYou don't want too much leverage. Firms offering excessively high leverage aren't looking out for the best interest of their customers. A good rule of thumb is to not use more than 100:1 leverage for Standard (100k) accounts and 200:1 for Mini (10k) accounts.
HARUSKAN ZAKAT MENELAN NYAWA?
Ternyata peristiwa semacam ini bukanlah peristiwa perdana. Peristiwa serupa sempat terjadi sebelumnya. Pada 8 Desember 2001, pembagian zakat di gedung DPRD Jawa Tengah di Semarang mengakibatkan kaca depan gedung pecah dan dua orang terluka parah. Kericuhan disebabkan kurangnya persiapan panitia dalam mengatisipasi membludaknya fakir miskin. Jatah sebenarnya untuk 2000 orang, tetapi didatangi 6000 orang. Pada 29 November 2002, ribuan orang ”menyerbu” rumah kediaman Gubernur Kalimantan Selatan. Seorang petugas pembagi zakat dikejar-kejar massa karena tak segera membagikan zakat. Banyak anak-anak terluka akibat terjepit dalam peristiwa ini. Pada 7 november 2003, di Pasar Minggu Jakarta Selatan, empat ibu rumah tangga tewas saat berebut sedekah di rumah salah seorang warga menjelang idul fitri. Pada 28 September 2007, seorang meninggal saat pembagian sedekah di Gresik, Jatim. Korban meninggal akibat terjatuh dan terinjak-injak saat mengantren untuk mendapatkan zakat. Pada 10 Oktober 2007 pembagian zakat di Bantul dan Lamungan juga ricuh. Tiga warga Bantul, DIY, dibawa ke rumah sakit karena terinjak-injak dan luka serius saat pembagian zakat di rumah dinas bupati bantul. Baru-baru ini di pondok pesantren dan panti asuhan salsabillah, lamongan, Jatim, 13 orang pingsan karena kepanasan. Warga yang mengantre harus menukar kupon dengan uang Rp. 20.000. Mengapa peristiwa yang menelan nyawa ini terjadi terjadi berkali-kali.
Dari semua peristiwa itu, jika diambil benang merahnya dikarenakan proses pembagian zakat yang tak berjalan lancar. Atau bisa juga dikatakan rencana yang tidak matang. Mengapa? Bisa jadi dikarenakan tak ada pengalaman untuk membagikan zakat kepada mustahik. Mungkin saja orang yang akan membagikan zakat tidak menduga mustahik yang datang akan sangat melebihi kapasitas. Sehingga terjadilah peristiwa buruk seperti terjadi di pasuruan, Jawa Timur itu misalnya. Kalau saja Haji Soikhon mau mempercayakan dana yang akan ia zakatkan kepada lembaga yang sudah berpengalaman dalam mengurus pembagian zakat kepada mustahik, yaitu lembaga amil zakat. Pristiwa itu mungkin saja tidak akan terjadi.
Padahal Sunnah Rasulullah sudah menjelaskan pembayaran zakat seharusnya melalui amil zakat yang pada zaman Rasullullah di bawah wewenang khalifah atau sultan. Di masa sekarang ini dimana kita hidup di luar sistem khalifah Islam, maka peran lembaga itu bisa digantikan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau Badan Amil Zakat (BAZ) yang kini sudah sangat banyak di sekitar kita. Peran LAZ/BAZ inilah yang ditunggu oleh ummat untuk mengentaskan kemiskinan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz di masa lalu. Seharusnya masyarakat turut menyukseskannya dengan menyalurkan dana zakat ke LAZ/BAZ yang resmi. Agar dana zakat itu bisa lebih efektif dan efisien dikelola secara profesional.
Selain itu dengan menyampaikan zakat melalui amil zakat penyaluran zakat akan dalam bentuk yang benar-benar dibutuhkan oleh mustahik. Sekali lagi dibutuhkan mustahiq dan bukan diinginkan mustahiq. Sebab, ada kemungkinan mustahiq menginginkan A padahal ia membutuhkan B. amil zakat akan lebih mengetahui apa yang dibutuhkan mustahik, karena bidang inilah yang mereka tekuni. Jika seseorang menyalurkan zakatnya sendiri secara langsung, ada kemungkinan tepat sasaran dan ada kemungkinan salah sasaran. Jika ia salah sasaran, dan ia tahu akan hal itu, maka zakatnya tidak sah ia harus mengulang kembali pembayaran zakatnya. Hal ini karena zakatnya ia berikan bukan kepada mustahiq zakat.
Sebenarnya, kebanyakan orang yang berzakat saat ini tidak mempercayai lembaga amil zakat. Padahal amil zakat diawasi dan diatur undang-undang. Salah satunya Pasal 3 Bab VII., yang menjelaskan setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat, infaq, shadaqah, hibah, wasiat, waris, dan kafarat diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 bulan atau denda sebanyak-banyaknya 30 juta rupiah.
Namun, di zaman sekarang ini, ada juga yang berzakat bukan dengan maksud untuk beribadah. Kebanyakan dari mereka mengaitkan ibadah dengan kepentingan pribadi dan golongan. Misalnya saja, memberikan bantuan gempa dengan menunjukkan jelas sumbangan itu dari partai tertentu. Sebanyak mungkin wartawan dari berbagai media massa diundang. Tak tanggung-tanggung setiap kantong bantuan yang diberikan kepada warga ditempeli stiker bergambar lambang partai. Untuk apa lagi kalau bukan untuk mengingatkan penerima bantuan bahwa yang memberikan bantuan adalah partai A, jadi pilihlah partai A nantinya. Itung-itung balas budi. Itu salah satu contoh yang terjadi.
Padahal, ibadah atau perbuatan baik seharusnya mengandung keikhlasan. Keikhlasan menurut Islam mengandung makna melakukan sesuatu hanya karena Allah tanpa tercemar maksud lain yang tidak seharusnya, seperti riya atau pamer. Orang yang ikhlas cenderung tidak peduli terhadap ada tidaknya penghargaan atau pujian terhadap apa yang ia lakukan. Ia malah tidak menginginkan sama sekali ada orang lain yang mengetahui amal kebaikannya walau sekecil apapun.
”Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan, kecuali amal perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas demi meraih ridha-Nya.” (HR. Nasa’i).
Agaknya kisah Ali bin Al-Hasan dapat dijadikan contoh. Ali bin Al-Hasan yang memikul roti di punggungnya, menelusuri rumah orang-oarang miskin dalam kegelapan malam hari. Berkat kederamawanannya banyak penduduk Madinah saat itu yang memperoleh makanan secara cuma-cuma. Ali bin Al-Hasan terus berusaha menutupi ibadahnya itu. Sehingga tak ada yang mengetahui siapa dermawan yang selalu memberikan roti di malam hari. Setelah Beliau wafat, barulah mereka mengetahui Beliaulah dermawan itu. Tanda-tanda di punggungnya, bekas memikul wadah air dan roti menjadi bukti perbuatan baiknya itu. Ali bin Al-Hasan setiap malamnya menjamin kebutuhan pangan 100 rumah tangga. Betapa berniatnya ia bersedekah. Betapa Beliau merencanakan dan melaksankan niatnya itu dengan sempurna.***
1.25.2009
Tentang The Oprah Magazine
TRIK JITU MENINGKATKAN TRAFFIC SECARA OTOMATIS

Sebuah filosofi mengatakan "Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)" , inilah yang akan kita buktikan....apakah konsep kejujuran bisa kita olah menghasilkan traffic dan popularity yang lebih hebat dari konsep rumit para expert webmaster atau pakar SEO..?...
Setelah anda membaca posting an tentang cara meningkatkan pengunjung ke dalam blog pada part 1 dan part 2, ini ada konsep baru mendatangkan pengunjung.
Saya yakin bisa asal konsep ini di jalankan dengan benar...,bila ini di terapkan pada web atau blog anda sesuai ketentuan maka:
-Web anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek promosi keberbagai tempat di dunia internet.
-Web anda akan kebanjiran backlink secara luarbiasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.

Jika Albert Einstein memakai persamaan e=mc2 untuk menggabungkan potensi masa dan kecepatan cahaya untuk menghasilkan energi nuklir yang luar biasa itu ,maka kita akan memakai persamaan t=v1+v2 untuk mnggabungkan potensi web saya dan web anda untuk menghasilkan traffic dan popularity yang luar biasa pula.
Jika Einstein menggunakan atom plutonium dan uranium untuk membuat bom nuklir, maka kita menggunakan Kejujuran dan ketepatan untuk membuat bom traffic dan popularity ini.
Yang perlu anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :
1. Buat posting artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste posting ini dan juga diberi berjudul : t=v1+v2 ,Cara meningkatkan traffic dan popularity dengan cepat dan alami
2. Selanjutnya Copy atau buat KALIMAT SAKTI yang ada di bawah nomor 4 ini lalu pasang di web anda pada bagian yang paling mudah dilihat pengunjung, misalnya di bagian atas sidebar:
3. Pindahkan atau ganti link atau alamat url posting saya (disini-1) menggantikan alamat url rekan saya (disini-2).
-untuk mengetahui alamat url posting saya dan posting yang anda buat adalah bisa dengan meng-klik judul/title posting yang kita buat ini.
4-Lalu isi alamat url posting anda pada pada disini-1 tadi. Jadi anda melakukan publish (terbitkan) 2 kali, setelah posting ini selesai anda buat lalu di terbitkan, dan lalu anda klik pada title (judul) posting untuk mengambbil/meng-copy alamat url posting anda dari address bar browser anda, lalu anda edit lagi posting tadi dan masukan pada link disini-1 itu.
Berikut tulisan "KALIMAT SAKTI" yang perlu anda pasang di bagian web anda (setelah di ganti link url-nya sesuai ketentuan di atas)
"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...
Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"
-Jadi setelah KALIMAT SAKTI ini di letakan di web anda maka: jika pengunjung meg-klik link disini-1 akan menuju link posting anda, dan jika meng-klik disini-2 akan menuju link posting saya...dan seterusnya kan terus terjadi mata rantai yang tak terputus seperti itu...
-Di bawah ini ada 2 link :link anda (link web saya sekarang) dan link saya (link web rekan saya sekarang) . Maka ganti (alamatnya) "link anda" dengan "link url web anda" dan "link saya dengan link url web saya" (link rekan saya di hapus).
link anda
link saya
5. Selesai, siapkan counter tracker dan pengecek link misalnya sitemeter dan technorati untuk melihat hasil banjir traffic dan linkback web anda.
Apa itu t=v1+t2...?
t : Jumlah traffic yang akan di peroleh web anda dalam suatu hari
v1 : Jumlah pengunjung web anda dalam suatu hari
v2: Jumlah pengunjung yang dimiliki v1 (pengunjung dari pengunjung web anda) dalam suatu hari.
Traffic:
Misalnya, web saya ini atau web anda dalam sehari memiliki rata-rata pengunjung 50 orang.., dan semuanya menerapkan konsep kita ini (KALIMAT SAKTI) dengan benar, dan dari 50 orang itu masing-masing memiliki 50 orang pula pengunjung dari blog-nya , maka web kita akan berpeluang di kunjungi 50 ditambah 50 x 50 orang pada hari itu = 2550 orang , dan akan berpeluang terus meningkat pula hari demi hari ,karena setiap hari selalu ada pengunjung baru di dunia internet, setiap hari juga ada blogger atau web baru di dunia internet...BUKTIKAN!!
Popularity:
Misalnya, web kita memiliki pengunjung 50 orang dalam suatu hari, dan semuannya menerapkan konsep ini , maka dalam hari itu web anda akan mendapatkan 100 linkback ke web anda, yaitu sebuah link pada KALIMAT SAKTI dan sebuah link pada link saya di kalikan 50. dan akan berpeluang meningkat terus hari demi hari....
Kenapa perlu di buat link link anda dan link saya pada posting...?
...hal ini untuk menjaga keabadian link kita, karena seperti kita tau link pada posting lebih kecil kemungkinannya terhapus....
Bisakah kita berbuat tidak fair atau tidak jujur menyabotase konsep ini, misalnya "menghilangkan semua link asal" lalu di isi dengan web/blog kita sendiri...? ....Bisa, dan konsep ini tidak akan menjadi maksimal untuk membuktikan Kejujuran adalah strategi/politik terbaik.....Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu...
http://edy-andra.blogspot.com
http://astawama.blogspot.com
1.23.2009
OPINION: Strategy game Sony And Microsoft
Sony touted its lineup of 200 new games coming for PlayStation 3 in 2008, while Microsoft showcased Halo 3 for the Xbox 360 and announced a deal to bring Disney movies to Xbox Live.
Away from the press conferences, however, their actions told of the serious strategic challenges facing both platforms.
On Monday, one day before E3 opened, Sony announced a $100 price cut on the 60GB version of PS3, from $599 to $499. It also announced the introduction of an 80GB model in the U.S. priced at $599.
The price cut announcement came 72 hours after Sony issued a statement denying press reports that a price cut was coming (although anyone reading closely would have noticed the tell-tale “at present we have no plans” squishiness).
Still, the confusion caused by the quick about-face probably cost Sony some PR bang for its hundred bucks.
By Friday, a possible reason for the confusion had emerged. Sony Computer Entertainment Europe president David Reeves revealed in an interview with GamesIndustry.biz that the price cut isn’t really a price cut at all but simply a liquidation of 60GB PS3 inventory in the U.S., after which the model will be deleted, just as the original $499 20GB model was eliminated.
“All they're doing is taking their stock in trade that they've got at the moment of the 60GB model, marking the price down, and it will all be gone by the end of July,” Reeves said of his U.S. counterparts.
After that, he said, “what the U.S. are offering from the 1st of August is a US$599 version with one game.”
In other words, still shackled with the high costs of PS3’s Blu-ray Disc drive and Cell processor, Sony is conceding all but the high-end of the market to Microsoft and Nintendo.
It’s putting all its chips on better games and positioning PS3 as an all-in-one home entertainment center.
Microsoft also tried to bury some bad news this month by putting it out over the July Fourth holiday in the U.S. and then stepping on the negative story by announcing the Disney deal and other baubles.
After months of denials, Microsoft finally admitted that its complex game console had serious design flaws that could cause the units to fail completely.
The company announced it would set aside $1.15 billion to cover repairs of the faulty machines and extended 360’s warranty from one year to three.
Corporate VP of entertainment and devices Peter Moore insisted the Xbox division would still meet its goal of turning profitable in 2007. But it’s hard to see how except on an operating or pro forma basis that ignores “one-time items” like a billion-dollar write down.
THE REAL PROBLEM facing both Microsoft and Sony, however, is that they got too far ahead of the market—and they did it for the worst possible reason.
Both PS3 and Xbox 360 were intended as “convergence devices.”
Sony, being a hardware company, tried to engineer convergence into the hardware; Microsoft, being a software company, emphasized software-enabled networking as the path to convergence.
But “convergence” is a consultant’s strategy, not a market-driven strategy. It’s great for technology providers, but consumers often have their own ideas about how things should work.
As Nintendo has clearly demonstrated with the Wii, most gamers still see gaming and other forms of home entertainment as discreet activities. Most are perfectly content with a game console that just plays games.
Both Sony and Microsoft have built sophisticated, expensive boxes and have staked out the digital living room.
They’re now waiting for gamers to come out of the second bedroom and catch up with their vision of convergence.
But the wait is getting expensive.
Youth Voice Activities
Youth Voice Activities
"Only through action do words take power." - Freechild Project motto
Why Play Games When There's Work to Do? Fun, Games and Social Change
"There are at least two kinds of games. One would be called finite, the other infinite. A finite game is played for the purpose of winning, and an infinite game is played for the purpose of continuing to play. The rules of a finite game may not change; the rules of an infinite game must... The finite game player aims to win eternal life; the infinite player aims for eternal birth." - James P. Carse, as quoted by Dale LeFevre*
"We must abandon completely the naive faith that education automatically liberates the mind and serves the cause of human progress; in fact we know it may serve any cause. It may serve tyranny as well as freedom, ignorance as well as enlightenment, falsehood as well as truth. It may lead men and women to think they are free even as it rivets them in chains of bondage... In the course of history, education has served every purpose and doctrine contrived by man; if it is to serve the cause of human freedom, it must be explicitly designed for that purpose." - George Counts*
There's so much to do! Our communities are falling apart, young people, old people, brown people, black people, poor people, and lots of other people aren't getting the respect or power they deserve. Why play games when there's so much work to do? There's a lot of reasons to look at, but first let's define what we're talking about.
What Are Cooperative Games?
Cooperative games emphasize participation, challenge and fun rather then defeating someone. Cooperative games focus on fun and interaction rather than competition and alienation. Cooperative games are not new. Some of the classic games we participated in as children are classic because of the play emphasis. There may be competition involved, but the outcome of the competition is not sitting out or losing. Instead, it may involve switching teams so that everyone ends up on the winning team.
What Are Initiative Games?
Initiative games are fun, cooperative, challenging games in which the group is confronted with a specific problem to solve. Initiative games can be used for several reasons. The games can be used to demonstrate and teach leadership skills to people, which helps to promote the growth of trust and problem-solving skills in groups. Games demonstrate a process of thinking about experiences that helps people learn and practice responsibility.
Some people avoid calling them "games," choosing "activity," "challenge," or "problem" instead. Whatever a group chooses to call them, these games can boost our efforts to create powerful, lasting community change.
Why Play Games?
When a group of people are preparing to participate in social change, there needs to be some breaking down of inhibitions before they become group participants. "There is no 'I' in T-E-A-M" and all that. Before a group can build effective solutions to the problems facing their communities, they need to trust each other and communicate.
Cooperative games also help set the tone of an action. Social change work is often hard-driven and energy-consuming. Many groups find that cooperative games offer a brisk, friendly way to couple passionate task-oriented goals with driven, group-minded teambuilding. In other words, fun and games help propel social change.
Another purpose of games is to get people to think together, as a team, so that everyone in the group has input and shares ideas. When we have input we have ownership, and when more people have ownership there is more success.
Aren't Games Distracting?
When used right, games can actually accentuate the purpose of your day's work or your group's purpose. Through a technique called "framing," games become relevant and powerful tools to break down barriers, build up focus, and make your group's process more effective and inclusive of all involved.
In all settings games should be used to build a sense of purpose, passion, and opportunity. Without those pieces as goals, games become pacifiers for the grown, as their potential to stave off the appetite of a group that hungers for power is immense. In classrooms where teachers use games as "fillers" the students mope lazily back to their desks, as they know the grueling pain of continuity is about to continue. In classrooms where teachers use the games in context of the lessons, students aim to learn with eagerness and a sense of purpose.
The purpose of the games is often set during the introduction, or framing, of the activity. Participants may be forewarned of the deeper meanings, or the activity may be introduced as a metaphor. Another way to inject purpose into activities is in the reflection or debriefing of the activity. An easy way to see the relevance of reflection is to picture games as a circle: you start with an explanation of the activity, framing its purpose and goals to the group. The activity progresses, with the facilitator taking a more hands-on or less guiding approach as needed. Finally, the group reflection helps participants see how they met the goal, and to envision the broader social change implications. Then the group has come full-circle.
What Games Should We Play?
Games can be chosen to meet almost any purpose. Does your group need to develop its teambuilding skills? Try the Caterpillar (see below). Do you need to work closely and get used to each other's physical space? Try Sardines (below). You've been inside all day, sitting on your butts and thinking, and you just want to play? Check out Blob Tag or Human Scissors-Paper-Rock (below). Your group needs to trust each mentally, emotionally, and physically? Use the Trust Circle (below). Learning, trusting, feeling and thinking together are the goals of these games. Its helpful for every group to remember that.
Many people use games as an introduction or a closing to their activities. However, its a good idea to add them throughout your day, between or as a part of a larger event. Games are a great way to break up the monotony of a long day's learning, or a hard day's work. They are also a great way to keep small children busy, and big children happy. You may want to play a game to reinforce teamwork after a sucky day (because they happen) or play a game to relieve some group stress or build the scenario to work through a problem. Games are actually tools that a skilled facilitator has at their fingertips in a time of need.
Great! How do we get started?
Below is a list of easy-to-use games. They come from a wide collection of games available from the Freechild Project's Check out this list and go visit FireStarter for more! You can also look up the bibliography listed under the Facilitator's Guide there.
For many more resources on cooperative and initiative games, visit the links on the right, and read some of the great books available (especially those by the greats Karl Rohnke and Dale LeFevre. Play safe, play purposefully, play fun and play hard! And visit http://freechild.org, The Freechild Project's Resources for Social Change By and With Young People, often!
Selected Games
Check out our brand-new guide, So, You Wanna Be A Playa? The Freechild Project Guide to Cooperative Games for Social Change by A. Fletcher with K. Kunst. This insightful new guide will help community workers, teachers, activists, and all kinds of people find fun, engaging, and powerful activities that promote teamwork, communication, and social justice.
About the author
Adam sees himself as an "infinite" player. He has worked as a ropes challenge course instructor and director for several years, in schools, nonprofit organizations, and summer camps across the US. Today he works with schools and nonprofit organizations to provide training to young people, youth workers, educators, community organizers, and AmeriCorps Members in many areas, including communication, teambuilding, and social change. He continuously uses games throughout his work people of all ages. Feel free to email the author at adam [at] freechild.org!
Sources
*LeFevre, Dale (1988) New Games for the Whole Family. New York: Perigee Books.
*Counts, George S. (1963) Education and the Foundations of Human Freedom. Out-of-print.
Freechild Project Resources on New Games, Cooperative Games, Initiative Games, and more...
Additional Resources
Games
-
Alaska Native Knowledge Network Games
Describes traditional Inuit and Dene games -
Juegos Para Cooperación Y La Paz Cooperation Games [in Spanish]
-
Initiative Tasks - Great activities that involve problem-solving and encourage groups to work together
-
John Sleigh's Energizers - Do you need an energizer to add zest to your social change project?
-
Roger Greenaway's Feedback Exercises Some creative methods to assist giving and receiving personal feedback.
Organizations
-
High Five - Home of Karl Rohnke, leading author of materials on initiatives and cooperative games, ropes courses and challenges.
-
Outward Bound - Outward Bound USA is a system of five wilderness schools and several urban centers in the United States. There are 40 Outward Bound Schools and centers in 20 countries around the world.
-
Project Adventure - A major source of information about adventure education.
-
Association for Experiential Education The professional society for outdoor and experiential education. This site is primarily for educators and teaching professionals.
-
NOLS: National Outdoor Leadership School - NOLS is a wilderness-based, non-profit school focusing on leadership and skills.
-
The Freechild Project We provide thousands of examples of youth-led social change in many areas, including education, community development, and more.
Jurus Merawat Digital Camera Anda
Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kamera, agar kamera bisa berfungsi dengan baik dan maksimal serta berumur panjang :
Jauhkan dari Kapur Barus
Kapur barus termasuk benda perusak yang sangat 'ampuh' terhadap kamera, yang dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian kamera yang lain, yang berbahan dasar karet. Pada kamera elektronik, kapur barus bisa merusak jalur pada PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahka uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat 'flek' pada lensa.
Sebaiknya, simpanlah kamera di tempat yang kedap udara, sejuk dan kering. Jika harga lemari khusus untuk penyimpanan kamera terlalu mahal bagi anda, anda bisa mencari media penyimpanan alternatif sebagai penggantinya. Seperti misalnya, anda dapat menyimpan kamera dalam stoples yang tertutup rapat dan di dalamnya diberi silica gel, untuk menyerap kelembabannya.
Atau, anda bisa juga menyimpannya dalam lemari yang telah diatur sirkulasi udara dan kelembabannya. Caranya, dengan memasang lampu berkekuatan 5 watt dan diletakkan pada jarak kurang lebih 40 cm di atas kamera dan perlengkapan yang lainnya. Jangan lupa untuk membuka pembungkus kamera dan membersihkannya dari debu sebelum menyimpannya.
Ingat, kerusakan kamera yang diakibatkan oleh kapur barus biasanya tak bisa diperbaiki lagi. Maka, jangan sekali-kali menyimpan kamera di dalam lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper pengharum pakaian.
Hindari Kontak Langsung dengan Sinar Matahari
Jagalah kamera agar jangan sampai terjemur atau terkena cahaya matahari secara langsung dan berlebihan. Panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastik dan karet, serta komponen elektronik yang lainnya
Jagalah dari Goncangan yang Berlebihan
Jangan lupa untuk menaruhnya di dalam tas khusus kamera, guna menghindari guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar peralatan. Taruhlah kamera di tempat yang aman dan tahan terhadap guncangan.
Bersihkan Kamera dan Lensa
Sebaiknya kamera dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk bagian luar fisik kamera, gunakan lap kering yang bersih dan tak kasar. Sedangkan untuk bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Selain blower, juga bisa digunakan kuas berserabut halus, yang belum pernah dipergunakan pada benda yang lain.
Untuk membersihkan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak atau air keringat dari pemakai, pakailah tissue khusus yang banyak dijual di toko
Hindari Goresan pada Lensa
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang 'bodycup' penutup saat lensa dilepas dari badan kamera
Hindari Air Laut
Jika anda menggunakan kamera di pantai, jagalah agar kamera tak terkena air laut atau bahkan jatuh ke dalamnya. Air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang lainnya. kecuali yang memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengannya.
Sehabis digunakan di daerah pantai, pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera anda tercebur ke dalam air laut, langsung rendam kamera anda ke dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan bekas-bekas air laut.
Proses pengrusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah tercebur, sehingga bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur ke dalam air laut tak akan bisa diselamatkan. Setelah dibilas hingga bersih dari air laut, bawa segera ke ahli servis kamera untuk membersihkannya dan mengeringkan kamera tersebut.
Service di Tempat Terpercaya atau Resmi
Secara berkala, dalam kurun waktu tertentu, sebaiknya kamera digital diservis ke tempat khusus, terpercaya dan malah lebih bagus yang resmi. Jangan tunggu kamera rusak kemudian baru diservis. Servis yang dimaksud adalah 'servis besar', yang meliputi pembersihan bagian dalam kamera, seperti pembersihan lensa dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera.
Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering dibersihkan, dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya, sebaiknya jangan disimpan di lemari pakaian anda, karena hal itu akan berpotensi mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam kamera. selamat mencoba...
“Pedoman dan Strategi Belajar” Ujian Benar/Salah
ini tipsnya...
- Ujian benar/salah sering terdiri dari jawaban benar daripada jawaban salah.
Ketika kamu merasa ragu, pilihlah jawaban benar. Paling tidak kamu memiliki kesempatan 50% menjawab dengan tepat.
- Perhatikan seksama penggunaan kata "qualifier", negatif dan kalimat pernyataan yang panjang.
- "Qualifier" adalah kata yang membatasi atau mengarah kepada pernyataan umum.
Kata-kata seperti "tanpa, tidak pernah, tidak ada, selalu, setiap, keseluruhan, hanya" mengurangi kemungkinan dan biasanya berarti pernyataan salah. Penggunaan jenis kata semacam ini mengharuskan pernyataan yang tercantum tepat 100% selamanya. Kata-kata seperti "kadang-kadang, sering, biasanya, pada umumnya" memungkinkan adanya pernyataan yang akurat dan biasanya berarti pernyataan yang benar. Kata-kata tersebut membuat suatu pernyataan mewakili realitas. - Kata negatif memusingkan.
Bila pertanyaan mengandung kata negatif, seperti "tanpa, tidak, tidak dapat," lingkari kata negatif tersebut dan baca kalimatnya lagi tanpa menggunakan kata negatif tersebut. Putuskan apakah kalimat tersebut benar atau salah. Bila benar, ini berarti kebalikannya atau negatifnya merupakan pernyataan yang salah. - Setiap bagian dari kalimat yang benar selalu benar.
Bila satu bagian dari kalimat adalah salah, semua kalimat tersebut salah tanpa mempedulikan pernyataan benar lainnya. Karena itu baca kalimat-kalimat panjang secara hati-hati dan perhatikan seksama kelompok kata yang dipisahkan dengan tanda baca. Kalimat-kalimat yang terdiri dari rangkaian panjang kata-kata biasanya - tetapi tidak selalu - berupa pernyataan salah.
Diadaptasi dari How to Study In College oleh Walter Pauk.
Persiapan Membuat Makalah
Membuat Kartu Catatan
kode
pengarang
fakta
kutipan
pemikiran
* Pada sisi kiri atas kartu, "kode"-kan topik makalahmu, dan di mana topik ini akan berada dalam
kerangka karanganmu
* Pada sisi kanan atas, tempatkan nama pengarang dan/atau judul buku/artikel dan halamannya
* Pada isi kartu, tulis/ketikkan sebuah fakta atau pemikiran yang ingin kamu gunakan dalam
makalahmu. Pastikan bahwa informasi tersebut menggunakan kata-katamu sendiri, kecuali kutipan. Gunakan struktur kalimat yang bagus karena hal ini akan menghemat waktumu ketika mulai menulis
makalah
* Susun kartu-kartu tersebut sesuai dengan kerangka karangan makalahmu
* Tulis makalahmu sesuai dengan urutan kartu-kartu tersebut
* Gunakan kalimat-kalimat yang memuat topik, kesimpulan dan penghubung untuk menyambung semua
informasi yang ada di dalam kartu-kartu tersebut.
* Simpan satu set kartu terpisah
* Kartu-kartu ini memuat informasi yang lengkap tentang buku, majalah, film, dll. Hal ini akan berguna
untuk membuat catatan kaki atau catatan penutup, dan ketika menyusun daftar pustaka.
Ikuti langkah-langkah di atas dengan pengolah kata
* Buat suatu file dengan menggunakan perintah "page break" atau
serangkaian file yang dianggap sebagai kartu catatan.
* Cetak file atau halaman-halaman tersebut dan pastikan bahwa setiap
bagian telah diidentifikasikan dengan benar.
* Atur susunannya dengan menggunting, menempel dan mengurutkannya.
* Bila ingin mengoreksi, editlah seperti biasanya dalam pengolah kata.
Mengantisipasi Soal Ujian
- Perhatikan setiap pedoman belajar
ang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.
- Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian
bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.
- Perhatikan dengan lebih seksama - sebelum ujian -
poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.
- Buatlah daftar pertanyaan ujian
yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.
- Pelajari ujian-ujian sebelumnya
yang telah dinilai oleh dosen.
- Berdiskusilah dengan teman kuliahmu
untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.
- Perhatikan pada petunjuk
yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:- berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
- menulis material pada papan tulis.
- memberikan waktu untuk mencatat.
- bertanya-tanya.
- berkata, "Ini akan muncul dalam ujian!"
Termasuk informasi yang diadaptasi dari On Becoming a Master Student oleh David B. Ellis dan How to Study in College
oleh Walter Pauk.
Mengantisipasi Soal Ujian
- Perhatikan setiap pedoman belajar
ang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.
- Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian
bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.
- Perhatikan dengan lebih seksama - sebelum ujian -
poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.
- Buatlah daftar pertanyaan ujian
yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.
- Pelajari ujian-ujian sebelumnya
yang telah dinilai oleh dosen.
- Berdiskusilah dengan teman kuliahmu
untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.
- Perhatikan pada petunjuk
yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:- berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
- menulis material pada papan tulis.
- memberikan waktu untuk mencatat.
- bertanya-tanya.
- berkata, "Ini akan muncul dalam ujian!"
Termasuk informasi yang diadaptasi dari On Becoming a Master Student oleh David B. Ellis dan How to Study in College
oleh Walter Pauk.
Persiapan Menghadapi Ujian
Belajar - Pasca Belajar
- Review catatanmu segera setelah kelas.
- Review catatanmu dengan singkat sebelum masuk kelas kembali.
- Jadwalkan waktu yang agak lama untuk review catatan tersebut setiap minggunya
Review
- Atur catatan, teks dan tugas-tugasmu.
- Perkirakan waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan review.
- Buatlah jadwal review yang terdiri dari waktu dan bahan materi.
- Ujilah dirimu sendiri dengan materi tersebut.
- Selesaikan belajarmu sehari sebelum ujian dimulai.
Web site “Pedoman dan Strategi Belajar” | Study Guides and Strategies ini dibuat dan direkayasa oleh Joe Landsberger sebagai layanan umum kependidikan. Panduan (pelajar) ini direkayasa secara kolaboratif melalui kelembagaan dan ikatan secara nasional, dan revisi terakhir 2007-12-06.
Izin untuk mengkopi, mengadopsi, mencetak, mengirim dan mendistribusikan Pedoman Studi ini diberikan secara cuma-cuma untuk tujuan pendidikan yang tidak komersial guna membantu para pelajar. Tanpa perlu menghubungi atau memohon ke Website.Perlu diperhatikan pedoman ini sering dimodifikasi dan dikembangan serta diperbaiki secara terus menerus. Dalam hal ini, jangan menggandakan isi melalui internet tanpa izin.
Membaca/Memahami esai
Apa Judulnya?
Apa yang dapat ditangkap dari judulnya mengenai isi esainya?
Apa yang telah kamu ketahui tentang topiknya?
Apa yang kamu harapkan dari esai ini - apalagi setelah diketahui kapan ditulis dan siapa
penulisnya? (lihat poin pertanyaan berikut)
Kapan Esai Ditulis?
Apakah kamu mengetahui sesuatu hal sehubungan dengan literatur historis topik tersebut pada saat esai ditulis?
Bila ya, apa yang kamu harapkan dari esai ini?
Siapa Penulisnya?
Apa yang kamu harapkan darinya pada esai ini?
Apa yang menjadi kepercayaan atau organisasi penulis?
Apa yang menjadi prasangka penulis?
Apakah kamu mengetahui karya-karya lain penulis yang sehubungan dengan topik esai
tersebut?
Baca esainya, tandai informasi yang penting bagimu.
Ketika teks yang kamu baca memberikan informasi penting, tandai dan beri catatan:
Apa sebenarnya topiknya?
Bagaimana topik tersebut berhubungan dengan judul?
Apa poin-poin utamanya - kalimat pokoknya?
Bukti-bukti apa yang diberikan penulis untuk mendukung kalimat-kalimat pokok?
Informasi faktual apa yang ingin kamu simpan?
Apakah dalam esai terdapat deskripsi yang bagus tentang sesuatu yang kamu ketahui, atau tidak ketahui, di mana kamu ingin selalu mengingat lokasinya? Bila ya, tandailah. Bila untuk penelitian, buatlah catatan riset pada deskripsi tersebut.
Apakah penulis mengutip beberapa sumber yang ingin kamu simpan untuk referensi di masa mendatang? Bila ya, tandailah. Bila untuk penelitian, buatlah daftar pustaka, tidak peduli sekarang atau nanti kamu melakukan review artikel dari kutipan tersebut.
Setelah selesai membaca esai, pikirkan:
Apa yang telah kamu pelajari?
Bagaimana esai ini berhubungan dengan apa yang telah kamu ketahui?
Apakah kamu telah mendapatkan argumen yang mendukung esai tersebut?
Seandainya kamu tahu tentang topik esai, apakah kamu berpendapat bahwa poin-poin
utamanya sudah tepat walaupun argumennya kurang meyakinkan?
Apakah kamu dapat memikirkan informasi yang membuatmu ragu terhadap poin-poin utamanya
walaupun argumennya sangat meyakinkan?
Bagaimana esai ini berhubungan dengan artikel atau esai lain yang telah kamu baca bila dilihat
dari literatur historisnya?Artikel ini sebenarnya ditujukan untuk mahasiswa Amerika Serikat karena lingkungan kelas yang digunakan adalah kelas-kelas sekolah di Amerika. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan beberapa tips yang akan dicantumkan dalam artikel tersebut bermanfaat bagi para mahasiswa Indonesia.
Dibandingkan dengan kelas-kelas di negara lain, kelas di Amerika Serikat cenderung lebih informal. Namun, ada beberapa aturan dasar yang sebaiknya dilakukan oleh para mahasiswa:
Sebelum kelas
* Kerjakan PR-mu!
Bacalah dengan kritis, dan bentuk sendiri pendapatmu.
* Review catatanmu.
Catatan yang digunakan adalah catatan dari pelajaran sebelumnya dan pelajaran hari ini.
* Bicarakan dengan dosenmu bila kamu mengalami kesulitan belajar
* Fokuskan pada tugas sebelum kelas
Luangkan waktu sebentar untuk mengumpulkan ide-ide pikiran dan persiapkan dirimu untuk topik pembicaraan hari ini.
* Tulis pertanyaan atau sanggahan yang muncul dalam pikiran pada bagian atas kertas catatanmu yang berguna untuk:
o persiapan untuk tes yang akan datang,
o pemahaman konsep tertentu,
o mendapatkan dasar pengertian suatu topik,
o pemahaman atau review bacaan topik.
Dalam Kelas
* Datanglah tepat waktu.
Dosen tidak menyukai mahasiswa yang datang terlambat.
* Tempatkan diri kamu dalam kelas agar dapat memfokuskan diri pada topik hari ini.
Cari posisi yang bagus untuk:
o mendengarkan,
o bertanya,
o melihat materi yang dipresentasikan,
o diskusi - tidak hanya dengan dosen, tapi juga dengan teman kelas.
* Hindari gangguan yang mungkin akan membuyarkan konsentrasimu (melamun, melihat-lihat sekeliling kelas, bicara dengan teman, tukar-menukar "bahasa tulis", tidur-tiduran).
* Evaluasi ketika mendengar:
o putuskan mana yang penting dan sebaiknya dicatat dalam buku dan mana yang tidak.
o Dengarkan selama beberapa waktu dulu sampai kamu yakin mengerti tentang apa yang dikatakan sebelum mencatat.
o Mintalah penjelasan lebih lanjut bila bingung atau tidak mengerti (tapi bertanyalah ketika dosen sedang berhenti berbicara).
* Review tujuanmu untuk pelajaran hari ini selama kelas berlangsung:
o Apakah tujuanmu berhubungan dengan penjelasan pembukaan dari dosen?
o Apakah pelajaran yang berlangsung menyimpang dari tujuan semula, tujuanmu atau tujuan dosen?
* Tuliskan daftar yang patut kamu kerjakan, termasuk:
o tugas-tugas,
o review konsep sulit,
o bergabung dengan kelompok belajar,
o membuat temu janji dengan teman belajar, asisten atau dosen.
Salah satu sumber yang sering dicari adalah teman sekelas yang dianggap mampu menyerap dan mengerti pelajaran hari ini. Mintalah bantuan padanya bila dirasa tidak menganggu.
Secara periodik, tanyalah pada dirimu sendiri apakah pelajaran yang kamu dapatkan sesuai dengan tujuanmu.
Bila kamu merasa tidak puas dengan sebuah kelas atau sebuah mata kuliah pada umumnya, buatlah temu janji dengan dosenmu dan bicarakan harapan-harapanmu.
Seawal mungkin, semakin baik.
Artikel ini diadaptasi dari tulisan M. Les Benedict, Jurusan Sejarah, Ohio State University, atas seijinnya.
Membaca Secara Kritis
dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker.
Strategi Untuk Membaca Secara Kritis
Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri anda sendiri:
Apa topiknya?
Kesimpulan apa yang diambil oleh pengarang tentang topik tersebut?
Alasan-alasan apa yang diutarakan pengarang yang dapat dipercaya?
Hati-Hati dengan alasan yang tidak obyektif (misalnya kasihan, ketakutan, penyalahguaan statistik, dll) yang dapat menipu pembaca.
Apakah pengarang menggunakan fakta atau opni?
Fakta dapat dibuktikan.
Opini tidak dapat dibuktikan dan mungkin tidak mimiliki dasar yang kuat.
Apakah pengarang menggunakan kata-kata netral atau emosional?
Pembaca kritis melihat di balik kata-kata untuk mengetahui apakah alasan-alasan jelas.
Karakteristik Pemikir Kritis
Mereka jujur terhadap diri sendiri
Mereka melawan manipulasi
Mereka mengatasi confusion
Mereka bertanya
Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti
Mereka mencari hubungan antar topik
Mereka bebas secara intelektual
Tips saat ujian
| Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. | Bila kamu ragu terhadap kejujuran ujian, atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuanmu, temuilah dosen pembimbingmu. |
Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian
terhadap perkembangan belajarmu.
Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
-
Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian. -
Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. -
Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak. -
Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban. -
Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil
-
Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan. -
Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu. -
Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu. -
Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas. -
Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir