SInFxi132i2PsxWFwcRqNCOpmr8 Andra's Communitiy

8.07.2013

Mohon Maaf Lahir Bathin

0 komentar
Andra's Community mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin
readmore »»  

4.28.2013

Korupsi yang terkait dengan Kerugian Keuangan Negara

0 komentar
Sebagai lanjutan postingan saya terdahulu  tentang “Memahami Untuk Membasmi Korupsi” perlu saya jabarkan bentuk/jenis korupsi  yang dibagi beberapa kelompok untuk mempermudah dalam memahami dan menyimpulkan apakah suatu perbuatan merupakan tindak pidana korupsi.
                Disini saya paparkan   bahwa Korupsi yang terkait dengan Kerugian Keuangan Negara diatur dalam Pasal 2 dan pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




Melawan Hukum Untuk Memperkaya Diri Sendiri dan Dapat Merugikan Keuangan Negara adalah Korupsi!


Rumusan  pada Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999, pertama kali dalam pasal 1 ayat (1) huruf a UU no. 3 Tahun 1971. Perbedaan rumusan terletak pada masuknya kata “dapat” sebeum unsur “merugikan keuangan/perekonomian negara” pada UU No.31 Tahun 1999. Sampai dengan saat ini,
pasal ini termasuk yang paling banyak digunakan untuk memidana koruptor.



Pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 :
(1)    Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dapat dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).
(2)    Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidanan mati dapat dijatuhkan. 

Untuk menyimpulkan apakah suatu perbuatan termasuk korupsi menurut pasal ini , harus memenuhi unsur-unsur:
1.       Setiap orang;
2.       Memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi;
3.       Dengan cara melawan hukum;
4.       Dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.




Menyalahgunakan Kewenangan Untuk Menguntungkan Diri Sendiri  dan Dapat Merugikan Keuangan Negara adalah Korupsi!


Rumusan  pada Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999, pertama kali dalam pasal 1 ayat (1) huruf b UU no. 3 Tahun 1971. Sampai dengan saat ini, pasal ini termasuk yang paling banyak digunakan untuk memidana koruptor.



Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 :
Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).


Untuk menyimpulkan apakah suatu perbuatan termasuk korupsi menurut pasal ini , harus memenuhi unsur-unsur:
1.       Setiap orang;
2.       Dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau  orang lain atau suatu korporasi;
3.       Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan;
4.       Dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.


Demikian postingan saya tentang Korupsi yang terkait dengan Kerugian Negara. Semoga Bermanfaat!!

Sebagai lanjutannya, tunggu postingan saya berikutnya hanya blog  ini dengan judul “ Korupsi Yang Terkait Dengan Suap-Menyuap”.  Selamat menjelajah sambil berbagi ilmu....!!  Terima Kasih.

Salam Anti Korupsi......!!!!


readmore »»  

Memahami Untuk Membasmi Korupsi

0 komentar

Pada tahun 2005, menurut data Political Economic and Risk Consultancy, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara terkorup di Asia. Jika dilihat dalam kenyataan sehari-hari  korupsi hampir terjadi di setiap tingkatan dan aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari mengurus Izin Mendirikan bangunan, proyek pengadaan  di instansi pemerintah sampai proses penegakan hukum.


Tanpa disadari, korupsi muncul dari kebiasaan yang dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum. Seperti memberi hadiah kepada pejabat/pegawai negeri atau keluarganya sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. Kebiasaan itu dipandang lumrah dilakukan sebagai  budaya ketimuran. Kebiasaan koruptif ini lama-lama akan menjadi bibit korupsi yang nyata.
Kebiasaan berperilaku koruptif  yang terus berlangsung di kalangan masyarakat salah satunya disebabkan  masih sangat kurangnya pemahaman mereka terhadap pengertian korupsi. Selama ini kosa kata korupsi sudah populer di Indonesia. Hampir semua orang pernah mendengar kata korupsi. Dari mulai rakyat pedalaman, mahasiswa, pegawai negeri, orang swasta, aparat penegak hukum sampai pejabat negara. Namun jika ditanyakan kepada mereka apa itu korupsi? Hampir dipastikan sangat sedikit yang dapat menjawab secara benar tentang bentuk/jenis korupsi sebagaimana dimaksud oleh undang-undang.
Pengertian korupsi sebenarnya telah dimuat secara tegas dalam Undang-undang nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. sebagian besar pengertian Korupsi di dalam undang-undang tersebut dirujuk dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang lahir sebelum negara ini merdeka. Namun, sampai dengan saat ini pemahaman masyarakat terhadap pengertian korupsi masih sangat kurang.
Menjadi lebih memahami pengertian korupsi juga bukan sesuatu hal yang mudah. Berdasarkan Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kebiasaan berperilaku koruptif yang selama ini dianggap wajar dan lumrah dapat dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi. Seperti pemberian gratifikasi (pemberian hadiah) kepada penyelenggara negara dan berhubungan dengan jabatannya,  jika  tidak dilaporkan ke KPK dapat menjadi salah satu bentuk tindak pidana korupsi.
Mengetahui bentuk/jenis perbuatan yang bisa dikatagorikan sebagai korupsi adalah upaya dini mencegah agar seseorang tidak melakukan korupsi.

 Apa yang dimaksud dengan Korupsi?

Menurut prospektif Hukum, definisi  korupsi secara gamblang  telah dijelaskan dalam 13 buah pasal dalam UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut , korupsi dirumuskan ke dalam 30 (tiga puluh) bentuk/jenis tindak pidana korupsi . pasal-pasal tersebut menerangkan secara terperinci  mengenai perbuatan yang bisa dikenakan pidana penjara karena korupsi.
Ketigapuluh bentuk/jenis tindak pidana korupsi tersebut pada dasarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.       Kerugian Keuangan Negara;
2.       Suap menyuap;
3.       Penggelapan dalam Jabatan
4.       Pemerasan;
5.       Perbuatan Curang;
6.       Benturan Kepentingan dalam Pengadaan;
7.       Gratifikasi.
Selain bentuk/jenis tindak pidana korupsi yang dijelaskan di atas, masih ada tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi lain yang berkaitan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi  yang tertuang pada UU no. 31 Tahun 1999 jo. UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jenis Tindk Pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi itu adalah:
1.       Merintangi proses pemeriksaan perkara korupsi;
2.       Tidak memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar;
3.       Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka;
4.       Saksi atau Saksi Ahli yang tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu;
5.       Orang yang memegang rahasia jabatan atau  tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan palsu;
6.       Saksi yang membuka identitas pelapor.


Kunjungi artikel berikutnya tentang "Korupsi yang Terkait dengan Kerugian Keuangan Negara".

Semoga Bermanfaat...!!!



Salam Anti Korupsi......!!!!



readmore »»  

2.19.2013

Pentingnya Kegagalan dalam Kesuksesan

0 komentar
Kesuksesan dan kegagalan bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan. Semua orang ingin sukses, namun sayangnya tidak semua orang berani membayar harganya dengan kegagalan. 

Kita semua pernah gagal dalam hidup ini. Namun apa maknanya? Perbedaan utama antara orang yang benar-benar sukses dan gagal adalah sikap mereka menghadapi kegagalannya. Bagaimana sebenarnya sikap kita menghadapi kegagalan?




Berikut 10 Kata bijak dari para tokoh tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi kegagalan:

1. "Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan."
--John F. Kennedy
2. "Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi."
--Orison Swett Marden

3. "Kebanggan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali ketika kita jatuh."
--Confusius
4. "Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betpaa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah."
--Thomas Alva Edison

5. "Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni, orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak, dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."
--W.A. Nance

6. "Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat." 
--Winston Chuchill

7. "Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan."
--General Colin Powell
8. "Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya."
--John Charles Salak

9. "Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa. tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa."
--Denis Waitley

10. "Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untk memulai lagi dengan lebih cerdik."
--Henry Ford

Inilah 10 kata bijak tentang kegagalan yang diajarkan oleh para tokoh sukses dunia. Jelas sudah bahwa tidak ada orang yang gagal namun yang ada adalah orang yang berpikir dirinya gagal. Gagal bukanlah satu kesalahan, kegagalan hanyalah sebuah proses menuju kesuksesan yang lebih besar. Sukses!

 link:
http://furhanm.blogspot.com/2011/07/10-kata-bijak-hari-ini-berani-gagal.html 
readmore »»  

Fokus !!

0 komentar

Fokus adalah ketika pikiran kita terpusat pada suatu titik objek yang menjadi sasaran kita. saat kita fokus semua fikiran kita tertuju pada suatu objek sehingga apa yang kita kerjakan akan mencapai suatu kesempurnaan atau keberhasilan.


Berfikir Fokus adalah berfikir secara khusus serta penuh konsentrasi untuk dapat mewujudkan rencana hidup Anda sampai menjadi kenyataan, melalui serangkaian kendali dan pengawasan atas kemajuan pelaksanaannya.



Penggunaan kata fokus
Kata fokus sering digunakan dalam beberapa bidang sebagai prasyarat keberhasilan.
-Dalam sepakbola, pemain diharapakan fokus agar bisa bermain dengan baik.
-Dalam dunia bisnis, perusahaan diharapkan fokus pada misi dan visinya agar menjadi unggul.
-Dalam dunia kesehatan, orang perlu fokus menjaga tubuhnya agar terus sehat.
-Dalam agama, orang diminta fokus dalam setiap peribadahan.
-Dalam dunia pendidikan, siswa diharapkan fokus dalam belajar dan ujian, guru diharapkan fokus dalam mengajar.
-Dalam dunia transportasi, sopir dan pilot diminta untuk selalu fokus pada kemudinya.
-Dalam dunia kepenulisan, penulis diminta untuk fokus pada tulisannya atau bukunya.
-Dalam dunia pecinta alam, seorang pendaki diminta fokus pada jalur pendakiannya.

Akan semakin banyak daftar penggunaan kata fokus dalam aspek kehidupan kita. Jika memang banyak kata fokus dalam kehidupan, maka sudah selayaknya kalau kita memfokuskan diri pada kata fokus, menggali dan terus menggali makanya, belajar dari pengalaman orang lain, dan menyimpulkan bahwa kata ini salah satu kata penting dalam hidup.




Hal-Hal Yang Membuat Kita Kehilangan Fokus

- Konsentrasi yang buruk bisa mengganggu proses pengolahan informasi di otak sehingga kita menjadi mudah lupa. Penurunan konsentrasi ini seringkali disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan. Apa saja yang bisa membuat kita tidak fokus?



1. Media sosial

Meski Anda tidak menderita gangguan konsentrasi (ADHD), dunia modern sekarang ini penuh dengan hal-hal yang membunuh konsentrasi. Demikian menurut Lucy Jo Palladino, PhD. Ia mengatakan media sosial merupakan salah satu penyebab utama kita kehilangan fokus pada pekerjaan. Setiap perubahan status atau komentar bisa membuat perhatian langsung teralihkan.

Solusi: Tahanlah diri untuk tidak masuk (login) ke dalam situs jejaring sosial ketika Anda sedang melakukan pekerjaan. Anda bisa memuaskan rasa penasaran akan status terkini teman Anda ketika istirahat makan siang. Bila Anda masih juga tidak bisa menahan diri, carilah tempat dimana Anda tidak bisa mengakes internet, atau tinggalkan dulu smartphone Anda di laci.

2. Email

Meski kebanyakan email yang masuk dalam inbox Anda terkait dengan urusan pekerjaan, namun hal itu masih dihitung sebagai pengalih perhatian dari apa yang sedang Anda kerjakan. Apalagi biasanya email menuntut kecepatan kita untuk meresponnya.

Solusi: Hindari memeriksa inbox Anda setiap saat. Tetapkan waktu secara berkala, misalnya tiap 30 menit sekali untuk melakukannya. Di luar jam kerja, mungkin Anda bisa mematikan sejenak aplikasi email dalam laptop atau smartphone Anda.

3. Melakukan beberapa pekerjaan

Bila Anda menganggap sebagai ahli dalam melakukan multitasking atau melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, Anda mungkin akan merasa lebih banyak waktu yang dihemat. Padahal, menurut para ahli sebenarnya kita akan lebih efisien jika mengerjakan satu pekerjaan sampai tuntas sebelum beralih pada tugas lainnya. Mengerjakan beberapa tugas sekaligus akan membuat konsentrasi terpecah.

Solusi: Jika memungkinkan, lakukan satu pekerjaan sampai selesai sebelum memulai tugas lainnya, terutama jika Anda mengerjakan tugas yang memiliki prioritas tinggi. Lakukan cara multitasking ini untuk pekerjaan berprioritas rendah.

4. Kebosanan

Mengerjakan tugas-tugas rutin dengan cepat akan menimbulkan kebosanan sehingga kita pun dengan mudah teralihkan pada hal lain, seperti internet atau ponsel.

Solusi: Tak ada salahnya menghadiahi diri sendiri setelah kita mampu fokus pada satu pekerjaan dalam periode tertentu. Misalnya secangkir kopi setelah 2 jam menyelesaikan sebuah laporan.

5. Kelelahan

Siapa pun akan sulit berkonsentrasi saat tubuh didera rasa lelah. Penelitian menunjukkan kurang tidur sering membuat kita tidak fokus, bahkan kehilangan memori jangka pendek.

Solusi: Orang dewasa butuh 7-9 jam waktu tidur setiap malam. Karena itu jadikan waktu tidur sebagai prioritas Anda di penghujung hari.

Agar  Kita bisa fokus ??

cara untuk meraih target kita dengan cepat dan sesuai dengan yang kita harapakan, maka saya berkesimpulan bahwa agar kita bisa fokus maka kita

Pertama : perlu mentapkan batas waktu untuk target kita. Kapan kita akan menyelesaikannya. Dengan demikian pikiran kita dipaksa untuk menyelesaikan pada waktu nya. usaha lebih kuat, demi waktu itu juga kita harus terus menerus mengisinya dengan pekerjaan yang berguna dan mengarah pada apa yang kita impikan dan kita tuju dalam hidup kita.

Kedua .Biasakan untuk dengan mudah keluar dari jebakan rutinitas. Sehingga Anda punya waktu yang cukup dalam memikirkan rencana hidup Anda.
Ketiga. Sediakan waktu khusus terutama ketika kondisi Anda secara keseluruhan masig fresh dan fit untuk berpikir. Saya biasanya punya waktu favorit pada waktu tahajjud hingga selesai subuh.
Ke-empat. Berpikirlan dengan bantuan media (buku, computer, HP, communicator, PDA, lain lain) dan biasakan menyimpan buah pikiran Anda sebagai sebuah dokumen yang sewaktu waktu bisa Anda akses kembali.
Kelima. Pusatkanlah pikiran Anda untuk memikirkan hal hal berikut:

Tujuan akhir, impian hidup, rencana rencana Anda yang jangka panjang menengah pendek. Apakah Anda sering mengingatnya atau sebaliknya?
Agenda dan tindakan dari rencana-rencana yang Anda buat berikut cara pengawasan dan pengendalian atas kemajuannya dari waktu ke waktu
Kekuatan keuatan yang Anda miliki agar dapat Anda kembangkan secara optimal, serta kelemahan kelemahan diri Anda untuk Anda atur agar tidak menjadi penghalang sukses Anda.


Terakhir. Sebutlah rencana-rencana Anda itu dalam doa-doa Anda kepadaNya dan mohonlah secara berulang ulang bantuanNya sebagai bukti bahwa secara mutlak Anda butuh kepadaNya. Hal ini juga untuk menumbuhkan efek penegasan atau afirmasi dalam diri Anda.


Fokus Pada Penyelesaian Masalah
“Bila Anda fokus pada masalah, yang Anda peroleh adalah berbgai kemungkinan negatif; bila fokus pada penyelesaian masalah, yang Anda peroleh adalah berbagai peluang” (Stephen Covey)
Pikiran akan berkembang bila melalui belajar. Belajar pada dasarnya adalah bagaimana menghadapi dan menyelesaikan masalah. Tanpa masalah tidak dapat disebut belajar. Anda masuk sekolah atau masuk kuliah pada dasarnya dilatih untuk menghadapi dan mengatasi masalah, dari masalah kesulitan materi, tugas-tugas kurikuler hingga ujian. Dalam dunia bisnis juga terbuka banyak peluang (masalah) untuk mencerdaskan diri.

Hanya perlu dibedakan di sini. Memang benar bahwa suatu masalah memang dapat menjadi media asah otak atau media pembelajaran. Namun yang penting di sini, apabila sedang menghadapi masalah, jangan larut secara total emosional dengan masalah tersebut. Sebab, apabila hal itu terjadi konsekuensinya adalah energi pikiran akan terkuras habis untuk “meratapi” masalah itu. Contoh, bila hari ini bisnisnya rugi yang berdampak pada kemampuan membayar karyawan, janganlah bersedih hati, meratapi nasib berlama-lama yang pada akhirnya, menjadi depresi.

Bagaimana caranya agar tidak terhanyut dalam masalah yang menyedihkan?

Pertama, putus dan stop arus emosional yang menghanyutkan. Anda harus berani untuk memutuskannya. Sadari bahwa meratapi masalah bukanlah cara menyelesaikan masalah. Apabila masih merasa berat dan sulit untuk memutusnya, coba duduk diam sejenak, rileks dan lepaskan segala ketegangan. Ambil nafas yang dalam, tahan, dan buang nafas sambil mengatakan rileks…! Lakukan beberapa kali sampai benar-benar rileks.

Apabila sudah merasa rileks, selanjutnya Anda boleh jalan-jalan kecil di sekeliling rumah, lihat-lihat taman, atau sekedar baca-baca ringan. Anda juga boleh bercanda sejenak dengan anggota keluarga. Menonton tivi juga boleh. Intinya, ambil aktifitas yang menjadikan diri Anda bisa rileks dan bisa memutuskan/menyetop rasa depresi lebih dulu. Pastikan bahwa Anda sekarang sudah lebih baik dari pada sebelumnya, pastikan bahwa Anda sekarang rileks dan siap untuk melakukan aktifitas baru.

Sekarang, dengan modal kondisi pikiran yang sudah rileks, coba tuliskan sejumlah (minimal lima buah) prestasi besar atau kecil. Bila tidak mempunyai prestasi, tuliskan sejumlah peristiwa yang menyenangkan (minimal lima buah). Ketika Anda menuliskan setiap prestasi/peristiwa yang menyenangkan, sambil mengingat dan sambil merasakan seolah-olah prestasi/peristiwa itu hadir kembali, selah-olah nyata.

Selanjutnya, sambil duduk rileks, diam dan pejamkan mata, ingat dan rasakan satu persatu dari setiap prestasi/peristwa yang menyenangkan itu. Tahapannya, mulailah dari prestasi/persitiwa yang pertama. Rasakan, dengarkan atau lihatlah seolah-olah prastasi tu hadir kembali. Nikmatilah prestasi/peristiwa itu. Bila Anda sudah benar-benar merasakannya, berhentilah sejenak dan simpan simpan pengalaman satu itu dalam hati. Dengan cara yang sama, lakukan untuk pengalaman kedua sampai dengan ke lima. Setelah semua peristiwa itu sudah dialami kembali dan Anda benar-benar merasakannya, langkah berikutnya adalah kumpulkan lima pengalaman (prestasi/peristiwa) ikat lima pengalaman tersebut menjadi satu. Sekarang Anda asudah merasa lebih berdaya diri, tidak depresi lagi.

Apabila kondisi pikiran dan perasaan Anda merasa lebih baik, saatnya pikiran Anda untuk fokus pada penyelesaian masalah tanpa harus ikut hanyut pada masalah. Bila fokus pada masalah, pikiran secara otomatis, cepat atau lambat akan menemukan solusinya. Ingat, pikiran itu energi. Sering-seringlah rileks, pikiran Anda akan dengan sendirinya akan menemukan solusinya. Mungkin pada saat di kamar mandi, saat membaca koran, atau saat memulai takbirratul ikram (Allahu Akbar) shalat.




Sumber:
http://hujairin.wordpress.com/2012/04/27/fokus-pada-penyelesaian-masalah/
http://blogfarhan.com/2012/04/kekuatan-fokus/
http://quantumbioenergi.com/bioenergicenter/fokus-adalah-kunci-sukses-kehidupan
http://menjadifokus.wordpress.com/
http://furhanm.blogspot.com/2012/06/fokus-adalah-kunci-menuju-sukses.html
readmore »»  

Interpersonal Skills

0 komentar

Seperti yang telah diketahui saat ini kemampuan interpersonal ( interpersonal skill ) merupakan hal yang paling penting dalam lingkungan sosial dan kehidupan sehari- hari. Apalagi ketika memasuki dunia kerja, kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bersikap, memimpin berpresentasi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dan  perkembangan diri kita sendiri.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyatakan  bahwa  kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.

Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill, apapun posisi karyawannya. Di kalangan para praktisi SDM, pendekatan ala hard skill saja kini sudah ditinggalkan. Percuma jika hard skill oke, tetapi soft skillnya buruk. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill, seperi team work, kemampuan komunikasi, dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Saat rekrutasi karyawan, perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi „ Recruit for Attitude, Train for Skill.
Oleh karena itu, hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja, namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik.bisa di katakan untuk mencapai sukses selain mempunyai hardskill yang kompeten di bidangnya, seseorang juga harus memiliki softskill yang berkenaan dengan sifat dan kepribadiannya.


Pengertian Inter Personal Skill
Inter Personal Skill adalah kecakapan atau keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, baik dalam berkomunikasi verbal maupun non verbal dengan tujuan untuk pengembangan kerja secara optimal.
Interpersonal  Skill seseorang tercermin dari :
Ø  Kemampuan berkomunikasi
Ø  Membangun hubungan baik
Ø  Kemampuan memotivasi
Ø  Kemampuan kepemimpinan
Ø  Kemampuan memasarkan diri sendiri
Ø  Kemampuan bernegosiasi
Ø  Kemampuan berpresentasi
Ø  Kemampuan berkomunikasi di depan public
Secara garis besar Point penting yang harus  dimengerti dalam interpersonal skill adalah :

  1. Mendengarkan
  2. Memberikan umpan balik
  3. Membujuk
  4. Mengelola konflik.

Mendengarkan adalah proses menangkap makna dari suara yang kita dengar, bukan hanya sekedar mendengar suara, dan akhirnya dikeluarkan lagi.

Active Vs Passive Listening
Mendengarkan secara pasif, menempatkan diri kita seperti mesin perekam (recorder). Semua kata dimasukkan ke dalam memori (yang penting dan yang tidak), sehingga kita tidak dapat membedakannya. Kita ingat apa yang dikatakannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya.
Mendengarkan secara aktif , menuntut kita agar mampu menempatkan diri sebagai pihak yang menyampaikan pesan (empati). Kita harus berkonsentrasi dan mau memahami sepenuhnya isi yang dikemukakan pembicara.
 Apa sih pentingnya mendengarkan bagi kita? Apakah kita perlu mendengarkan berbagai presentasi orang-orang atau mitra bisnis? Apakah kita perlu mendengarkan orang lain yang khusus berbicara dengan kita tentang sesuatu hal? Apakah kita mendapatkan keuntungan apabila kita meluangkan waktu kita untuk mendengarkan?
Alasan mendengarkan  yakni :
1.      Untuk memahami dan memperoleh informasi
Orang yang menguasai informasi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sukses, baik secara pribadi maupun dal konteks professional, sebab, di era sekarang, menguasai informasi berarti menguasai sumber daya.
2.      Analisis terhadap kualitas informasi
Mendengarkan dan mendapatkan informasi lebih banyak akan meningkatkan kualitas pesan yangditerima, kelengkapan data, dan kemampuan mengolah informasi, sehingga simpulan atau analisis terhadap suatu kondisi atau keadaan dapat di ambil.
3.      Membangun dan memelihara hubungan
Alasan untuk mendengarkan adalah untuk melakukan komunikasi interpersonal. Banyak survai telah membuktikan bahwa orang yang memiliki kemampuan untuk mendengarkan dengan efektif/baik, memiliki hubungan yang lebih baiik dengan sesamanya, sebaliknya mereka yang kurang mampu untuk mendengar akan memperburuk hubungan, atau setidaknya tidak dapat membangun hubungan yang lebih baik (Kaufgmann, 1993).
4.      Menolong orang lain
Kemampuan mendengarkan wajib dimiliki agar dapat memahami oaring lain dan, pada akhirnya, dapat menolong orang lain. Beberapa profesi menjadikan kemampuan mendengarkan sebagai suatu yang wajib dimiliki untuk dapat membantu para klien, misalnya profesi dokter, pengacara , psikolog, guru atau lainnya. Namun tidak terbatas hanya pada para professional, setiap orang dapat juga memberikan bantuan bagi orang lain, karena yang diperlukan hanya kemampuan untuk mendengarkan dengan baik dan efektif.
5.      Memberi umpan balik

o   Kontak mata
o   Anggukan kepala dan ekspresikan wajah penuh perhatian
o   Cegah gerakan atau tindakan yang berkesan negative
o   Ajukan pertanyaan
o   Uraikan apa yang didengar dengan kata-kata sendiri
o   Hindarkan interupsi atau memotong pembicaraan
o   Jangan terlalu banyak bicara

o  Kontak Mata
Bagaimana perasaan anda ketika melihat orang yang anda ajak bicara tidak memandang anda, melainkan memandang ke tempat lain?. Seperti juga kebanyakan orang lain, anda akan mentafsirkan bahwa orang tersebut mungkin tidak tertarik akan apa yang anda bicarakan. Anda mendengarkan dengan telinga anda, namun orang lain menilai apakah anda mendengarkan atau tidak, dengan melihat mata anda.

o  Anggukkan kepala dan Ekspresikan wajah penuh perhatian
Pendengar yang efektif menaruh minat atas apa yang sedang diucapkan orang lain dengan memberikan tanda “nonverbal”.
Menganggukan kepala, mengerutkan wajah, tertawa ketika pembicara mencoba melontarkan humor, menggeser posisi duduk ke arah pembicara, dan lain sebagainya.
o  Cegah Tindakan atau Gerakan yang Berkesan negatif
Ketika anda sedang mendengarkan pembicaraan orang lain, jangan terlampau sering melihat atau melirik ke arah jam, memainkan pinsil, membuka-buka halaman buku, atau mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan isi pembicaraan. Tindakan-tindakan tersebut mengesankan bahwa anda bosan, atau tidak tertarik pada apa yang sedang diutarakan pembicara.
o  Ajukan Pertanyaan
Pendengar yang kritis menganalisis apa yang didengarkannya, dan lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Perilaku ini memberikan keyakinan kepada pembicara bahwa anda memang benar-benar mendengarkan.
o  Uraikan apa yang didengar dengan kata – kata sendiri
Misalnya : “Anda mengatakan …..(kata-kata pembicara) “ “Apakah itu artinya adalah …….. (kata-kata anda sendiri) ?” Ada dua alasan perilaku ini ditampilkan.
Pertama: sebagai tanda bahwa anda memperhatikan baik-baik isi pembicaraan.
Kedua : sebagai tanda bahwa anda ingin jangan sampai salah mentafsirkan kata-kata pembicara.
o  Hindarkan menginterupsi atau memotong pembicaraan
Beri kesempatan kepada pembicara untuk menyelesaikan isi pembicaraannya. Setelah itu baru anda boleh mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar. Biasakan untuk bersabar mendengarkan pembicaraan orang lain.

2. Memberi Umpan Balik
Setiap bentuk komunikasi yang disampaikan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut mengetahui dampak perilakunya terhadap anda atau orang lain.
Beberapa tipe respon dalam mendengarkan, berdasarkan tingkat kualitasnya, dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Mendengarkan dengan diam
    Banyak alasan untuk tidak mengatakan sesuatu ketika mendengarkan, antara lain, mungkin kita tidak iingin pembicaraan berlanjut atau bosan karena sudah mendengarkan cerita tersebut berulang kali.
    Pada kondisi seperti di atas, respon terbaik memang diam, karena jika kita memberikan respon verbal, si pembicara akan terdorong untuk melanjutkan ceritanya.
  2. Mengajukan pertanyaan
    Beberapa alasan untuk mengajukan pertanyaan antara lain :
    • Untuk memperjelas makna
    • Untuk mendapatkan konsep, perasaan, keinginan lain
    • Untuk mendorong berbicara lebih lanjutUntuk mendorong pencarian lebih lanjut.
  3. Membuat pertanyaan
    Membuat pernyataan adalah menyatakan kembali pesan yang diterima dengan menggunakan kalimat sendiri. Menyatakan kembali pesan yang kita terima bukan dengan cara mengulang apa yang disampaikan, melainkan dengan menyatakan kembali apa yang kita pikirkan mengenai pesan yang kita terima dengan menggunakan kata-kata sendiri, sebagai cara untuk meyakinkan arti dari pesan yang kita terima.
  4. Menyatakan empati
    Menyatakan empati adalah tipe pemberian umpan balik yang digunakan oleh pendengar untuk menyatakan keberadaannya, menunjukkan perasaan, menyatakan persepsi ataupun perhatian kepada apa yang disampaikan oleh si pemberi pesan.
  5. Memberikan dukungan
    Respon dengan memberikan dukungan adalah menyatakan rasa solidaritas pendengar terhadap situasi yang dihadapi oleh pembicara.
  6. Melakukan analisis
  7. Melakukan evaluasi
  8. Memberikan pendapat

3. Membujuk
Komunikasi tatap muka yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang dengan tujuan agar pihak lain mau mengikuti dengan sukarela kehendak seseorang tadi.
Strategi membujuk
Ada tiga strategi yang umumnya dilakukan dalam membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu.
  1. Kredibilitas (anda bisa dipercaya)
  2. Nalar (isinya masuk akal)
  3. Sentuhan emosional (memunculkan perasaan suka)
Keterampilan membujuk
  1. Bangun kredibilitas
  2. Gunakan pendekatan positif dan bijaksana
  3. Jelaskan dengan baik maksud kita
  4. Sajian bukti yang kuat guna mendukung permintaan kita
  5. Sesuaikan alasan permintaan kita dengan karakteristik orang yang kita bujuk
  6. Perhatikan kepentingan pihak yang sedang kita bujuk
  7. Sentuh aspek emosionalnya

4. Mengelola konflik
Pada dasarnya, konflik terjadi bila dalam satu peristiwa terdapat dua atau lebih pendapat atau tindakan yang dipertimbangkan.
Manfaat dan dampak buruk konflik
Manfaat:
  • Motivasi meningkat
  • Identifikasi masalah/pemecahan meningkat
  • Ikatan kelmpok lebih erat
  • Penyesuaian diri pada kenyataan
  • Pengetahuan.
  • keterampilan meningkat
  • Kreativitas meningkat
  • Membantu upaya mencapai tujuan
  • Mendorong pertumbuhan
Dampak buruk konflik:
  • Produktivitas menurun
  • Kepercayaan merosot
  • Pembentukan kubu-kubu
  • Informasi dirahasiakan dan arus komunikasi berkurang
  • Timbul masalah moral
  • Waktu terbuang sia-sia
  • Proses pengambilan keputusan tertunda
Anggapan-anggapan salah dalam menghadapi konflik:
  • Konflik akan teratasi dengan densirinya bila dibiarkan
  • Konfrontasi dengan sebuah persoalan atau dengan seseorang adalah hal yang tidak menyenangkan
  • Konflik dalam perusahaan menunjukkan pemimpinnya tidak bias memimpin
  • Konflik diantara keryawan menunjukkan mereatidak peduli pada perusahaan
  • Amarah selalu bersifat negative dan merusak
Jenis-jenis konflik:
  • Konflik diri
    Konflik diri adalah gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang.
  • Konflik antar individu
    Konflik antara dua individu.
  • Konflik antar kelompok dan dalam kelompok
    Konflik dalam kelompok dalah konflik yang terjadi antara individu dalam suatu kelompok (tim, bagian, organisasi, dsb), sedangkan konflik antar kelompok melibatkan lebih dari satu kelompok.

Gaya menghadapi konflik
1. Kronfontatif / agresif /
I win, you lose
2. Asertif / persuasif / kolaborasi
I win, you win
3. Koperatif / konsiliasi.
I lose , you lose
4. Menghindar / akomodasi
 I lose, you win

A. Perbedaan Interpersonal Skill dengan Intrapersonal Skill
 Interpersonal Skill
Inter Personal  Skill adalah : ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain untuk  pengembangan kerja secara optimal.  Dimana bisa di lihat dari :
Kemampuan berkomunikasi
Membangun hubungan baik
Kemampuan memotivasi
Kemampuan kepemimpinan
Kemampuan memasarkan diri sendiri
Kemampuan bernegosiasi
Kemampuan berpresentasi
Kemampuan berkomunikasi di depan publik
Penilaian Dan Hasil Kerja


Intra Personal Skill
Intra Personal Skill adalah : ketrampilan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri untuk pengembangan kerja secara optimal.  Yakni   tercermin dalam :
Membentuk karakter
  Membentuk kepercayaan/keyakinan
Manajemen perubahan
Manajemen stress
Manajemen waktu
Proses berfikir kreatif
Menentukan tujuan hidup
Teknik percepatan belajar

B.  Element-Element Softskill yang Terkait Dalam Dunia kerja
Kecerdasan Emosi 
Kesuksesan seseorang tidak hanya didukung oleh seberapa smart seseorang dalam menerapkan pengetahuan dan mendemonstrasikan keterampilannya, akan tetapi seberapa besar seseorang mampu mengelola dirinya dan interaksi dengan orang lain. Keterampilan tersebut dinamakan dengan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi juga meliputi sejumlah keterampilan yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain; dan kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan hidup. 

Gaya Hidup Sehat
University of Central Florida memasukkan tema gaya hidup sehat ini sebagai target pengembangan soft skills bagi mahasiswa mereka. Topik yang diangkat dalam pengembangannya memuat nutrisi, manajemen stres, pengelolaan waktu, cultural diversity, dan penyalahgunaan obat terlarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup yang sehat mempengaruhi tingginya ketahanan, fleksibiltas dan konsep diri yang sehat yang mempengaruhi tingginya partisipasi dalam komunitas. 

Komunikasi Efektif 
Cangelosi dan Petersen (1998) menemukan bahwa banyak kegagalan siswa di sekolah, masyarakat dan tempat kerja diakibatkan rendahnya keterampilan dalam berkomunikasi. Selain keterampilan komunikasi berperan secara langsung, peranan tidak langsung juga ditemukan. Secara tidak langsung keterampilan komunikasi mempengaruhi tingkat kepercayaan diri dan dukungan sosial yang kemudian dilanjutkan pengaruhnya ke
kesuksesan. 

C. Lima Faktor Kepribadian Penunjang Kesuksesan Dalam Bekerja
Lima factor kepribadian penunjang kesuksesan dalam dunia kerja yakni merupakan gambaran mengenai karakter khas individu yang unik dan relative stabil, dimana lima factor tersebut adalah :

1.             Ketahanan Pribadi ( conscientiousness).
Ketahanan pribadi ini ditunjukkan dengan karakter gigih,sistematis, pantang menyerah, motivasi tinggi dan tahan terhadap beban pekerjaan.

2.             Ekstraversi (extraversion).
Tipe kepribadian ini ditandai dengan keterampilan membina hubungan dan komunikasi yang efektif, pandai bergaul, bekerja sama,aktif, mengutamakan kerjasama, atraktif dan asertif.

3.             Keramahan (agreeableness).
Tipe ini ditandai dengan sikap ramah,rendah hati, tidak mau menunjukkan kelebihannya, mudah simpati, hangat, dapat dipercaya dan sopan.

4.             Emosi Stabil (emotion stability).
Tipe ini ditandai dengan sikap yang tenang, tidak mudah cemas dan tertekan, mudah menerima, tidak mudah marah dan percaya diri.

5.             Keterbukaan Terhadap Pengalaman (openness).
Individu dengan tipe ini memiliki daya piker yang imajinatif, menyukai tantangan, anti kemapanan, kreatif, kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.

 
 Sumber:
- Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Jalaludin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.
 - Littlejohn, 1999, Theories of Human Communication, Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.
 -Tri Wardhani, Adinda,2002. Perbedaan Goal Orientation pada  dunia kerja. Skripsi. Fakultas Psikologi UI
 -Suzane c.De Janasz,2006, Interpersonalskills in organizations, Second Edition, new York, McGraw-Hill International
 - hendrik, W. , 1992. Bagaimana Mengelola Konflik, Jakarta: Bumi aksara,
readmore »»